Tips Keamanan Siber saat Konferensi Virtual

Tanpa disadari, kita menghadapi kenyataan bahwa kini setiap lapisan hidup sudah dipengaruhi oleh daring/Online. Namun, ini menjadi peluang penjahat Siber untuk mengeksploitasi data pribadi pengguna Online.
Para peneliti di Kaspersky sebelumnya sudah melihat contoh Malware virus Corona/Covid-19 yang mencoba menyembunyikan file berbahaya dalam dokumen terkait dengan penyakit atau virus ini. Namun, peluang ancaman Siber lainnya tidak hanya sampai di situ.
“Dengan banyak negara saat ini menghadapi situasi lockdown yang berbeda-beda, perusahaan telah menemukan cara untuk menggunakan teknologi demi menjaga kelangsungan bisnis mereka. Dari pertemuan tatap muka, kini kita telah menyaksikan sebuah perubahan dengan maraknya konferensi video," jelas Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara (SEA) di Kaspersky.
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diambil atau dilakukan oleh para pihak untuk melindungi jaringan mereka dan mengurangi risiko Siber terkait konektivitas jarak jauh. Berikut di antaranya, mengutip keterangan resmi dari Karspersky kepada AkuratIptek, Senin (6/4).
1. Menyediakan VPN bagi para staf untuk terhubung dengan aman ke jaringan perusahaan
2. Seluruh perangkat perusahaan - termasuk ponsel dan laptop - harus dilindungi dengan perangkat lunak keamanan yang sesuai, termasuk perangkat seluler (misalnya, memungkinkan data untuk dihapus dari perangkat yang dilaporkan hilang atau dicuri, memisahkan data pribadi dan
pekerjaan, serta membatasi aplikasi apa saja yang dapat diinstal)
3. Selalu terapkan pembaruan terbaru untuk sistem operasi dan aplikasi
4. Batasi hak akses orang yang terhubung ke jaringan perusahaan
5. Pastikan bahwa staf menyadari bahaya menanggapi pesan yang tidak diminta atau dari sumber tidak dikenal
Khusus untuk konferensi video, Karspersky menyarankan perusahaan untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Melakukan penilaian (assessment) fitur keamanan pada platform yang akan Anda gunakan
2. Pastikan aplikasi Anda diperbarui
3. Baca dan mengatur izin dengan seksama, baik selama konferensi maupun dalam penyimpanan rekaman konferensi
4. Untuk otentikasi pengguna, gunakan sistem masuk tunggal (SSO) sehingga tim TI Anda dapat melacak dan memverifikasi kredensial
5. Enkripsi dan amankan jaringan Anda dengan ketat
6. Buat kebijakan konferensi video yang dapat menetapkan harapan serta batasan di antara semua pesertanya
Sumber: Akurat.co
Komentar
Posting Komentar